Tentang Perempuan

Aku seorang perempuan, dan aku ingin menceritakan tentang perempuan. Perempuan itu, mahluk unik yang terlihat rapuh namun menyimpan ketegaran dalam dirinya.

Berbeda 180 derajat dengan kaum lelaki yang terlihat kuat tapi sebenarnya rapuh di dalam. Itu sebabnya laki-laki butuh pendamping, karena dari perempuanlah mereka menemukan kekuatan, merasa berarti dan terlengkapi. Namun pada kenyataannya tidaklah demikian, hubungan antara laki-laki dan perempuan terkadang hanya menjadi sasaran keegoisan, tak lebih dari sekedar pemenuhan hasrat biologis daripada keharmonisan isi hati keduanya. Entah kenapa, banyak perempuan yang menjadi korban tersebut.
Kadang perempuan hanya berharap sebuah keberuntungan. Beruntung mendapat jodoh yang baik, yang sesuai ekspektasi dan pandai menjaga hati. Seringkali perempuan berharap berulangkali bahwa ia cukup beruntung telah mendapatkan laki-laki yang menggantikan sosok orangtuanya. Memanjakannya, mencukupinya, membahagiakannya dan membimbingnya.

Meski pada kenyataannya ia sama sekali menemukan fakta bahwa apa yang diharapkan hanyalah sebatas ekspektasi saja, namun lagi-lagi harapannya terus bertumbuh, suatu hari laki-lakinya pasti akan menjadi seperti harapannya. Itu sebabnya perempuan terlihat mudah memaafkan dan memberikan kesempatan.
Masalahnya adalah, terkadang laki-laki tak cukup pandai menempatkan diri dihadapan perempuannya. Kadang laki-laki cenderung berego tinggi untuk memberikan rasa nyaman dan melakukan yang terbaik bagi perempuannya. Entah kenapa dua mahluk yang memang berbeda ini seringkali mempertentangkan hal yang menjadi pemikiran masing-masing.

Perempuan adalah mahluk naif dan sedikit munafik. Dalam hati bisa saja ia menjerit sekeras-kerasnya namun dihadapan pasangan ia terlihat baik-baik saja dan tersenyum bahagia. Perempuan mahluk yang pandai menyimpan perasaan, bahkan untuk urusan cinta sekalipun ia sanggup memendam rasa cinta seumur hidup untuk seseorang meski raganya sudah dimiliki laki-laki lain. Karena apa, perempuan adalah mahluk yang menjadi payah saat berurusan dengan perasaan. Segala sesuatu yang membekas dalam hatinya sulit hilang meski puluhan tahun, itu sebabnya untuk urusan tertentu yang menyangkut perasaan perempuan adalah mahluk nomor satu dalam urusan ingat-mengingat, bukan dendam, sebab antara memaafkan dan melupakan adalah dua hal yang berbeda. Perempuan tahu hal itu.
Disamping hal itu, perempuan seringkali memendam keinginan hanya untuk menjaga perasaan pasangan saja, berharap sang lelaki mengerti dan berpikir sendiri. sayangnya laki-laki tak cukup peka untuk bisa merasa segala yang perempuan rasa.

Tinggalkan komentar