Segala amalan, tergantung niat. Niat baik maka kebaikanlah yang akan didapat, begitu juga sebaliknya. Sebenarnya ini teori sederhana, orang awampun pasti sudah tak asing dengan hal ini, meski mereka mengenalnya dalam bahasa yang berbeda, ada yang menyebutnya sebagai karma, atau ada yang mengenalnya melalui pepatah “siapa yang menanam dia yang menuai”.

Seperti itulah hidup, berjalan sesuai dengan apa yang kita usahakan meski tak jarang perhitungan manusia itu berbeda 180 derajat dengan ketentuan Allah subhanahuata’ala pada akhirnya. Tetap saja, pada kenyataannya manusia adalah mahluk yang lupa diri.
Ada yang berjuang mati-matian membahagiakan suami, tapi qadarullah Allah mentakdirkan suami menjadi ujian baginya melalui berbagai perkara rumah tangga sehingga terlihat seperti ia tak becus mengurus suami.
Ada yang bertahun-tahun belum dikaruniai keturunan, meskipun sduah berikhtiar dan melakukan berbagai pengobatan, qadarullah Allah mentakdirkan ia mendapat ujian tanpa keturunan dengan menjadikannya terlihat seperti mandul.
Orang-orang, jangan langsung menyalahkan!
Si A tak becus ngurusi suami hingga suami berselingkuh!
Atau Si B itu tak subur hingga ia mandul!
Mulut-mulut, terlihat bagaikan pisau yang melukai begitu tajam dihati orang yang dighibahkan, kasihan. Sadarlah, jika alam semesta ini milik yang Maha Kuasa, segalanya berjalan sesuai takdir dan rancana-Nya, bahakan tak ada satu helai daun jatuh ke bumipun yang luput dari pengawasannya.
Kita tahu, jika niat itu bukanlah di akhir, tapi yang menentukan keberhasilan itu bukan di awal, bukan di niat. Meski niat awalnya bagus, tak menjamin tujuannya tercapai dengan mulus lurus. Disinilah sebab istiqomah itu perlu. Kenapa istiqomah, karena Allah akan memberikan ujian sesuai dengan niat kita.
“dan apakah kamu akan dibiarkan mengatakan bahwa kamu telah beriman sedangkan kamu belum diuji dengan sedikit kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan?”
MasyaAllah. Memang terasa sulit, karena istiqomah itu taruhannya adalah airmata dan kesukaran. Tapi, bukankah segala sesuatu yang sulit itu adalah kualitas tertinggi dari suatu perkara yang apabila kamu berhasil mendapatkannya akan membuatmu merasa bangga?
Jadi, bersabarlah…
Bersabarlah…
“ dan jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu”