KATANYA

Para pujangga sering bilang, katanya hidup ini terasa hampa tanpa cinta. Bagai obat, terasa candu dan menjadi penyemangat didalam keseharian. Benarkah?
Katanya, cinta itu buta. Pokoknya segala hal yang telah menyangkut hati dan perasaan susah untuk ditentang. Seolah logika kalah, apalagi bagi kaum perempuan yang dominannya ada pada perasaan. Hal remeh sekalipun mampu mengusik ketenangan hidupnya seharian. Itulah sebabnya wanita mengalami kekecewaan dan tingkat depresi lebih tinggi dari kaum pria.
Katanya, Jika cinta sudah bicara, segala hal terasa indah dan mudah. Makan ataupun tidak, punya uang ataupun tidak, direstui maupun tidak pokoknya asal bersama sang pujaan hati pasti semua terasa baik-baik saja. Benarkah?
Baiklah. Ini adalah tentang realita, sebab segala hal yang diangankan tidak akan pernah sama dengan apa yang dilalui kedepannya. Allah subhanahuata’ala adalah sebaik-baik perencana, Ia juga sebaik-baik penentu dan pemberi keputusan. Ketika Ia berkata jadi, maka jadilah sesuatu itu. Kun fayakun. Lalu segala rencana dan schedule rapi yang telah kita susunpun sia-sia, sebab rencana Allah-lah yang berlaku dan mau tak mau harus kita jalani.
Kadang tak jarang rasa sesal dan kesal hadir disaat-saat ini. Iya kan? Atau bahkan kadang dalam kondisi parah malah menyalahkan dan marah pada Tuhan. Emosi dan frustasi hanya berjarak tiga centi saja dari kepala. Namun pada beberapa orang adapula yang bermuhasabah, mencari tahu apa yang salah di dalam dirinya sehingga terasa semua jalan bagaikan buntu, gelap.
Lalu, segala analogi dan teori dari “katanya” itu hanya menjadi dongeng lalu belaka. Jika anda sedang dalam posisi ini, selamat! Anda sedang berada di gerbang menuju fase kedewasaan dan kebijaksanaan. Yang diperlukan bukanlah rasa marah dan putus asa melainkan anda dituntut untuk memikirkan dan mencari jalan keluar dengan kepala dingin, dada yang lapang dan tak mudah menyerah.

Selamat, atas kehidupan baruku. Akupun sedang menuju gerbang itu, bersama dia suamiku yang kuharap mampu membimbingku hingga ke jannah.

Tinggalkan komentar