Hal setelahnya yang kupelajari adalah
“Ego beserta seluruh sistem dan strukturnya telah membentuk kepribadian ku.__Leyla”
Jika ego dihilangkan? Bagaimana aku akan berperan?
Atau bagaimana seseorang dapat hidup jika tak memenuhi kebutuhan dirinya sendiri dan menggunakan kepribadian yang ia miliki?
Mungkin ibarat rangka yang berjalan tanpa warna. Yang perlu kita lakukan adalah mengutuhkan dan mengendalikan ego menjadi lebih terorganisir dalam satu bentuk karakter yang membawa kebaikan, tak hanya untuk diri sendiri tapi juga orang lain.
Dari sini aku belajar bahwa kesadaran itu penting.
Kesadaraan untuk mengerti tentang siapa sebenarnya aku.
Adanya kesadaran , berfungsi untuk mengenali ego atau “sosok aku” agar tidak bertindak semena-mena dalam mengambil kendali diri. Singkat kata, Kesadaran berguna sebagai
- Pengendalian diri.
- Menyadari siapa aku,
- Apa keinginanku,
- Di mana posisiku,
- Dan apa sebetulnya peranku.
Kesadaran berfungsi untuk “mengendarai” ego, agar kita sebagai manusia dapat menjalankan peran kita di muka bumi ini.
Jadi sadar diri itu penting.
#berkaca

👉 “pembentukan karakter selain Pengalaman adalah ego yang terorganisir dan juga adanya kesadaran diri.”__Leyla
Aku berkata begini setelah melewatkan 29 tahun kehidupanku di muka bumi. Di tahun-tahun pertama pernikahanku yang kedua, aku semakin mengerti banyak hal. Pelajaran ini kudapat tak hanya dari kesalahan-kesalahanku, tapi juga dari kesalahan suamiku.
Dalam hidup, seringkali manusia tak sadar diri, entah itu memang naluriahnya manusia yang pelupa atau memang egolah si kambing hitam yang membuat manusia sering lupa diri.
Lupa diri disini adalah suatu kondisi dimana manusia berjalan bukan lagi pada tujuan sebelumnya. Ada bnayak hal yang melatarbelakangi keadaan, bisa jadi karena bosan, lelah, ingin mencoba hal baru, jiwa petualang yang tak bisa hilang atau dorongan dari teman atau keluarga. Semuanya erat dengan ego juga.
Kadang ingin mendapat pujian, kadang ingin mendapat penghargaan. Intinya manusia itu senang di sanjung puja meski kadang sebenarnya ia hina dan papah.