You are what you do, not you say that you ‘ll do!!

Pernah dengar sebuah kalimat dari Abraham Maslow yang bunyinya:
“Seorang musisi akan mendapatkan ketenangan dalam jiwanya saat ia memainkan alat musiknya.“
Begitu juga seorang pelukis yang akan mendapatkan ketenangan saat ia menggambar. Penyair juga seperti itu, akan mendapatkan kesenangan saat ia melantunkan syairnya. Jadi, setiap orang harus berupaya menjadi apa yang memang seharusnya ia kerjakan. Dorongan dan kebutuhan inilah yang kita
sebut aktualisasi diri. Mewujudkan potensi-potensinya sesuai bakat, meskipun bersifat potensial. Berusaha untuk lebih dari ideal, seperti:- menjadi pahlawan,
- menjadi inovator,
- pelukis ulung,
- dan seterusnya.
Menjadi apapun itu jadilah.
Apabila merasa aman , lakukanlah.
Melakukan dengan penuh cinta, membawa kebaikan dan kemuliaan serta terpenuhinya kebutuhan fisiologis saat menjalaninya maka itulah passion terbaik.
Aktualisasi diri juga berguna untuk pengembangan spiritual. Tau jahatnya ego?
Ego mampu menghambat kesuksesan. Tak perduli banyaknya bakat. Bisa melakukan ini dan itu dengan sekejap tapi kok karir terasa terhambat?
Apa yang kau anggap istimewa itulah masalahmu!
Akibatnya jadi kurang fokus.
Ditambah sikap angin-anginan yang bertindak sesuai suasana mood.
Tentukan satu passion.
“Satu bakat tapi ditekuni, lebih baik daripada seribu bakat tapi tak terarah.”–Leyla